Hewan yang dapat hidup di tempat sekitar dua kilometer di bawah permukaan
tanah ditemukan di gua Krubera -Voronja. Hewan itu merupakan keluarga
arthropoda yang hidup dari memakan jamur dan bahan-bahan lain yang
membusuk, dengan nama latin Plutomurus orotobalaganensis, para peneliti
menemukannya di kedalaman 1980 meter di bawah permukaan tanah. Selain
itu, mereka juga menemukan tiga spesies baru yang berkeliaran di dalam
gua, yaitu Anurida stereoodorata, Deuteraphorura kruberaensis dan
Schaefferia profundissima.Keempat spesies tersebut telah diklasifikasikan sebagai springtails (Collembola), yaitu sejenis serangga primitif yang tidak memiliki sayap. Keempatnya hidup di lingkungan yang gelap total dan tidak mempunyai mata.
Hewan-hewan itu ditemukan oleh Ana Sofia Reboleira dari Universitas Aveiro, Portugal, dan Alberto Sendra dari Museum Sejarah Alam Valencia, Spanyol. Mereka menjelajahi gua Krubera-Voronja sebagai bagian dari ekspedisi 2010 yang dipimpin oleh tim CaveX Ibero-Rusia.
Penemuan spesies hidup jauh di bawah tanah dalam kegelapan total memberikan wawasan baru ke dalam kondisi ekstrim di mana hewan dapat bertahan hidup. Demikian diwartakan New Scientist, Kamis (23/2/2012).
Sebelum penemuan ini, springtails hanya ditemukan setengah kilometer di bawah tanah. Pada 1986 silam, ditemukan Ongulonychiurus colpus yang tinggal 550 meter di bagian bawah sebuah gua di Spanyol, dan tahun lalu, Veles Tritomurus ditemukan di kedalaman 430 meter di gua-gua di Kroasia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar